Pedoman Pemanfaatan GenAI UNTAR

Perkembangan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), khususnya Generative Artificial Intelligence (GenAI), telah membawa perubahan yang semakin nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan tinggi. AI tidak lagi hanya dipandang sebagai teknologi yang digunakan pada bidang-bidang tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas belajar, bekerja, melakukan penelitian, berkomunikasi, dan menghasilkan pengetahuan.


Perubahan tersebut membawa peluang sekaligus tantangan bagi perguruan tinggi. Di satu sisi, AI dapat membantu memperluas akses terhadap informasi, memperkaya pengalaman belajar, mendukung proses analisis dan kreativitas, meningkatkan adaptabilitas, efisiensi pekerjaan, serta membuka berbagai kemungkinan baru dalam pembelajaran, penelitian, dan layanan akademik. Di sisi lain, pemanfaatan AI juga menuntut kita untuk semakin kritis terhadap akurasi informasi, integritas akademik, privasi, keamanan data, hak kekayaan intelektual, serta tanggung jawab atas setiap keputusan dan hasil yang dihasilkan dengan bantuan teknologi.


Dalam konteks pembelajaran, perkembangan AI juga mengajak kita untuk melihat kembali cara kita merancang pengalaman belajar dan asesmen. Kehadiran teknologi yang mampu menghasilkan teks, gambar, kode, analisis, maupun berbagai bentuk keluaran lainnya membuat pertanyaan mengenai pembelajaran tidak lagi cukup berhenti pada “apa yang dapat dilakukan oleh AI”, tetapi perlu diarahkan pada “kemampuan apa yang perlu dimiliki mahasiswa dan bagaimana kemampuan tersebut dapat dikembangkan serta dibuktikan melalui proses pembelajaran.”


Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting dalam penerapan Outcome Based Education (OBE). Pembelajaran perlu tetap berorientasi pada pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), yang dijabarkan melalui Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK, serta diwujudkan melalui pengalaman belajar dan asesmen yang dirancang secara selaras. Dalam kerangka ini, AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari desain pembelajaran yang dipertimbangkan secara sadar, bukan sekadar sebagai teknologi yang boleh atau tidak boleh digunakan.


Karena itu, pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan asesmen tidak selalu harus dipandang dalam kerangka “boleh” atau “tidak boleh”. Pada suatu asesmen, penggunaan AI mungkin perlu dibatasi karena mahasiswa harus menunjukkan kemampuan secara mandiri. Pada asesmen lain, AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses belajar. Bahkan, pada kompetensi tertentu, kemampuan menggunakan, mengevaluasi, memperbaiki, dan mengkritisi keluaran AI dapat menjadi bagian dari kemampuan yang perlu dikembangkan dan dinilai.


Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dan Generative AI (GenAI) Universitas Tarumanagara. Panduan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi inovasi melalui daftar teknologi atau aplikasi tertentu, melainkan memberikan kerangka bersama agar pemanfaatan AI dapat dilakukan secara inovatif, kritis, etis, aman, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memiliki kendali dan tanggung jawab atas proses maupun hasil penggunaannya. 


Bagi dosen, panduan ini diharapkan dapat membantu dalam merancang pengalaman belajar dan asesmen yang tetap mampu memberikan bukti ketercapaian capaian pembelajaran di tengah berkembangnya kemampuan AI. Bagi mahasiswa, panduan ini diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab, tanpa mengurangi proses berpikir, kemandirian, kreativitas, dan pengembangan kompetensi yang menjadi tujuan pendidikan. Sementara bagi peneliti, tenaga kependidikan, dan unit terkait, panduan ini menjadi landasan dalam memanfaatkan AI sesuai dengan konteks, kebutuhan, serta tanggung jawab masing-masing.


Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik (LPIA) memandang bahwa keberhasilan pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi tidak terutama ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi oleh seberapa baik teknologi tersebut memperkuat proses belajar, pengembangan kompetensi, penciptaan pengetahuan, dan kualitas layanan akademik. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu terus dikembangkan melalui praktik yang reflektif, evaluasi, berbagi pengalaman, dan pengembangan kapasitas sivitas akademika.


Kami menyadari bahwa teknologi AI berkembang dengan sangat cepat. Kemampuan dan bentuk pemanfaatannya akan terus berubah, demikian pula tantangan yang menyertainya. Panduan ini karena itu perlu dipandang sebagai landasan bersama yang adaptif, yang dapat terus dikembangkan seiring dengan pengalaman implementasi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan Universitas Tarumanagara.


Akhirnya, kami berharap panduan ini tidak hanya menjadi acuan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan AI, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap inovasi, kuat dalam berpikir kritis, serta tetap menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab manusia.


Semoga panduan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika Universitas Tarumanagara dalam memanfaatkan AI dan GenAI untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, dan layanan akademik, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan masa depan.

 

Pedoman Pemanfaatan GenAI UNTAR dapat diakses dan diunduh melalui tautan berikut:

https://bit.ly/PedomanGenAIUNTAR