Universitas Tarumanagara (Untar) melalui Lembaga Pembelajaran dan Inovasi Akademik (LPIA) berkontribusi dalam penguatan kurikulum pendidikan tinggi melalui Workshop Kurikulum di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Rabu (23/9/2026). Mengangkat tema “Kurikulum Adaptif di Era AI dan Transformasi Digital”, kegiatan yang berlangsung di Aula UPJ ini menghadirkan Kepala LPIA Untar, Dr. Ir. Steven Darmawan, S.T., M.T., sebagai narasumber.

Workshop diselenggarakan oleh Unit Pengajaran dan Pembelajaran UPJ untuk mendukung pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini diikuti oleh tim satuan tugas kurikulum dari sepuluh program studi sarjana, yang terdiri atas ketua program studi, sekretaris program studi, koordinator keilmuan, koordinator kemahasiswaan, dan dosen, serta ketua program studi dan dosen dari Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek.
Kesepuluh program studi sarjana tersebut meliputi Akuntansi, Manajemen, Psikologi, dan Ilmu Komunikasi dari Fakultas Humaniora dan Bisnis, serta Desain Produk, Desain Komunikasi Visual, Informatika, Sistem Informasi, Teknik Sipil, dan Arsitektur dari Fakultas Teknologi dan Desain. Keterlibatan para peserta difokuskan pada penguatan capaian pembelajaran serta penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor UPJ, dilanjutkan arahan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPJ, Prof. Dr. Ir. Agustinus Agus Setiawan, S.T., M.T., IPM. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebelum memasuki sesi pemaparan materi.

Dipandu oleh moderator Fathiya Nur Rahmi, S.I.Kom., M.I.Kom., Dr. Steven membawakan materi “Kurikulum Adaptif di Era AI dan Transformasi Digital: From Curriculum to Learning Impact”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk merancang pengalaman belajar yang relevan, fleksibel, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.
Dr. Steven menekankan bahwa kecerdasan buatan atau AI perlu ditempatkan sebagai teknologi yang mendukung kapasitas manusia, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengambilan keputusan. Pemanfaatannya dalam pembelajaran perlu disertai rancangan asesmen yang tepat agar ketercapaian kompetensi mahasiswa tetap dapat dibuktikan. Pengaturan penggunaan AI dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, mulai dari asesmen tanpa bantuan AI hingga penggunaan AI sebagai bagian dari proses yang dinilai.

Selain itu, peserta memperoleh pemaparan mengenai pengalaman Untar dalam mengembangkan pembelajaran di luar program studi, termasuk perkuliahan lintas program studi, magang, dan studi independen. Pembahasan turut mencakup pentingnya dukungan kebijakan, sistem akademik, kemitraan, serta evaluasi berkelanjutan dalam memastikan kurikulum memberikan dampak bagi mahasiswa, program studi, dan universitas.
Setelah pemaparan materi dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme diskusi kelompok oleh Unit Pengajaran dan Pembelajaran UPJ. Sesi ini melibatkan Pjs. Kepala Bagian Pengajaran dan Pembelajaran UPJ, Safitri Jaya, S.Kom., M.T.I., para peserta kemudian mengikuti diskusi kelompok sebagai bagian dari penyusunan rekomendasi penguatan kurikulum berbasis OBE.

Pada sesi berikutnya, setiap kelompok program studi memaparkan hasil diskusinya. Dr. Steven kemudian memberikan masukan dan arahan perbaikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan kurikulum serta penguatan keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen.
Melalui kegiatan ini, Untar terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui berbagi pengalaman dan kolaborasi antar perguruan tinggi. Workshop ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.